Resume Artikel Ilmiah “Efektivitas model pembelajaran missouri mathematics project (MMP) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP”
Artikel ini membahas tentang penelitian yang menilai efektivitas model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilakukan di SMP IT Nurul Muhajirin, Batam, pada tahun ajaran 2016/2017, dengan populasi siswa kelas VIII yang terdiri dari 106 siswa. Sampel penelitian dipilih sebanyak 53 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan model MMP dan kelompok kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menilai sejauh mana efektivitas model pembelajaran MMP dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa, serta membandingkan efektivitasnya dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan The Non-Equivalent Control Group Design. Analisis data dilakukan dengan uji-t untuk menguji hipotesis yang diajukan. Sebelum pengujian hipotesis, dilakukan uji prasyarat seperti uji normalitas dan uji homogenitas untuk memastikan bahwa data memenuhi syarat-syarat analisis statistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran MMP secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Rata-rata nilai post-test siswa di kelas eksperimen yang menggunakan model MMP mencapai 79,63, yang lebih tinggi dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah sebesar 75. Sebaliknya, kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional hanya mencapai nilai rata-rata 71,02, yang berada di bawah KKM. Perbedaan ini menegaskan bahwa model MMP mampu memberikan dampak positif yang lebih besar terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa.
Model pembelajaran MMP dirancang untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran melalui beberapa tahapan. Tahap pertama melibatkan peninjauan ulang materi sebelumnya yang relevan dengan materi baru yang akan diajarkan. Selanjutnya, guru menyajikan ide-ide baru dengan memberikan contoh-contoh konkret yang bersifat interaktif, yang diikuti dengan latihan kelompok di mana siswa bekerja sama dalam menyelesaikan lembar kerja proyek. Dalam proses ini, guru membimbing siswa, memastikan bahwa setiap siswa terlibat aktif dalam latihan tersebut. Setelah latihan kelompok, siswa diberikan latihan mandiri untuk mengukur pemahaman mereka secara individu terhadap materi yang telah diajarkan. Terakhir, guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dibahas.
Di sisi lain, pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional, meskipun guru menggunakan alat peraga dalam penyampaian materi, keterlibatan siswa terlihat lebih rendah. Hanya beberapa siswa yang aktif bertanya dan berinteraksi selama proses pembelajaran, sementara sebagian besar siswa tetap pasif. Upaya guru untuk mendorong partisipasi siswa dengan memberikan penghargaan berupa tambahan nilai tidak cukup efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara keseluruhan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran MMP terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran yang lebih interaktif dan melibatkan siswa secara aktif, seperti MMP, dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam aspek kemampuan komunikasi matematis. Oleh karena itu, model pembelajaran MMP direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas di sekolah-sekolah guna meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini juga memperkuat temuan-temuan sebelumnya yang menunjukkan efektivitas model MMP, sehingga dapat menjadi acuan bagi para pendidik dalam memilih strategi pembelajaran yang efektif.
Komentar
Posting Komentar